SOP Cara Merawat Luka Operasi untuk Praktik Keperawatan dan Kebidanan

Ilustrasi | Pixabay

Tentang Luka Operasi

Luka operasi merupakan luka yang dibentuk secara sengaja melalui tindakan operasi. Umumnya, luka operasi akan ditutup dengan jahitan, steples operasi atau plester khusus guna membantu penyatuan jaringan. Maka dari itu, perawatan luka yang dilakukan terhadap luka operasi perlu memperhatikan kesterilan luka agar tidak terjadi infeksi dan kegagalan dalam penyatuan jaringan. 

Balutan Luka Operasi

Tidak semua luka operasi membutuhkan balutan. Adapun pemberian balutan untuk luka operasi dilakukan dengan tujuan: 
  1. Mencegah kebocoran cairan pada luka, terutama luka yang masih memiliki perdarahan hebat. 
  2. Memberikan kondisi lingkungan yang dapat memaksimalkan penyatuan jaringan 
  3. Melindungi area luka terutama belahan luka yang masih terbuka dari risiko infeksi 
  4. Mencegah benang jahit tersangkut pada pakaian yang dikenakan pasien

Penjahitan Luka Operasi

Beberapa luka operasi ada yang dilakukan penjahitan, namun juga ada yang menggunakan plester khusus atau steples. Khusus pada luka operasi yang dijahit, benang jahit luka ada yang tidak perlu dibuang atau dibiarkan diserap oleh tubuh menjadi daging atau dikenal dengan absorbable suture. Jenis benang yang biasa digunakan di Indonesia jenis Chromic Catgut. Penggunaannya biasa digunakan untuk menjahit jaringan di bagian dalam tubuh seperti pembuluh darah atau otot. Sementara untuk benang yang perlu dibuang dibutuhkan waktu minimal 14 hari untuk membuangnya. Jenis benang yang biasa digunakan yaitu jenis nonabsorbable suture  Silk. Jaringan yang dijahit umumnya bagian terluar tubuh seperti kulit. 

Benang Absorbable Suture Chromic Catgut | Sumber : Serenity Indonesia

Benang Nonabsorbable Suture Silk | Sumber : Rama Medika Alkes

Masalah Penyembuhan pada Luka Operasi

Kebanyakan luka operasi dapat sembuh tanpa masalah komplikasi. Namun, jika ditemukan komplikasi maka yang sering dijumpai adalah sebagai berikut: 

Infeksi Luka

Terjadinya infeksi pada luka bisa disebabkan karena faktor eksternal seperti perawatan yang tidak steril. Namun hal tersebut dapat diperparah jika pasien memiliki komplikasi seperti hiperglikemia atau gaya hidup yang tidak baik (merokok, minum alkohol). Luka yang mengalami infeksi akan mengalami perlambatan penyembuhan. Selain itu, infeksi pada luka dapat membawa masalah baru seperti infeksi yang merambat hingga ke seluruh tubuh atau dikenal dengan infeksi sistemik. 

Standar Operasional Prosedur (SOP) Langkah Tindakan Perawatan Luka Operasi

Sebelum kita memulai perawatan luka, kita harus memahami prinsip perawatan luka operasi yaitu dilakukan secara steril. Hal ini bertujuan untuk mencegah risiko kontaminasi. Langkah tindakan perawatan luka operasi: 

Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk perawatan luka operasi adalah: 
  1. Kom steril 
  2. Nearbeaken 
  3. Alas 
  4. Handscun steril 
  5. Larutan iodine 
  6. Balutan nonadhesive 
  7. Kassa steril
  8. Pinset anatomis
  9. Pinset sirugis
  10. Gunting jahit
  11. Gunting jaringan (jika diperlukan) 
  12. NaCl 0,9% 

Teknik Pelaksanaan

Balutan pada luka operasi perlu dijaga agar tetap selalu kering minimal selama 2 hari. Jika balutan sudah terdapat cairan seperti darah atau pus, maka harus segera diganti. Berikut pelaksanaanya: 
  1. Cuci tangan dengan 6 langkah 
  2. Dekatkan alat yang akan digunakan
  3. Gunakan handscun bersih untuk membuka balutan luka yang menutupi
  4. Gunakan pinset dan membuka balutan luka dari sisi tepi, sebisa mungkin hindari menyentuh bagian luka dengan jari 
  5. Bersihkan menggunakan cotton bud atau kassa steril yang digulung menggunakan pinset,  dicelupkan ke dalam larutan iodine + Nacl 0,9% ke dalam kom steril dengan perbandingan iodine 1 : NaCl 0,9% 3. 
  6. Untuk luka steril, pembersihan luka dilakukan dari bagian dalam ke luar atau bagian tengah luka kemudian bagian luar. 
  7. Jika luka terdapat jahitan luar, pelepasan benang jahit normalnya baru dapat dilepas setelah 14 hari, namun dalam waktu 7-10 hari biasanya sudah terjadi penyatuan jaringan kulit. 
  8. Untuk membuka benang jahitan, Anda perlu periksa masing-masing jahitan untuk memastikan benang jahit yang dilepas adalah benang yang sudah menyatukan jaringan
  9. Setelah luka dibersihkan dan dikeringkan serta dilepas benang jahit, tutup kembali luka menggunakan kassa steril yang baru. 
  10. Plester luka dan kemaskan alat 
  11. Cuci tangan kembali dengan 6 langkah
Demikian informasi seputar SOP cara merawat luka operasi untuk praktik keperawatan dan kebidanan. Semoga bermanfaat dan silahkan diskusi menggunakan kolom komentar di bawah. 

Referensi: 

  1. Oxford University Hospital. 2021. Caring for Surgical Wounds at Home: Information for Patients
  2. Pickering D, Marsden J. Techniques for aseptic dressing and procedures. Community Eye Health. 2015;28(89):17.
  3. Smith SF, Duell DJ, Martin BC, Gonzalez L, Aebersold M. Wound care and dressings. In: Smith SF, Duell DJ, Martin BC, Gonzalez L, Aebersold M, eds. Clinical Nursing Skills: Basic to Advanced Skills. 9th ed. New York, NY: Pearson; 2016:chap 25.

Posting Komentar

0 Komentar