Varian Virus Covid19 Omicron dan Teknologi Vaksin yang Efektif


Ilustrasi | pixabay

Sekilas Covid-19

Penyakit pernapasan akibat virus corona disease yang muncul pada tahun 2019 atau sering dikenal dengan Covid-19 sampai saat ini menjadi penyakit populer. Hal tersebut dikarenakan Covid19 tidak hanya menjadi wabah pada satu negara namun ke semua negara di dunia sehingga tingkat penyebaran Covid19 masuk ke dalam kategori pandemik. 
Berdasarkan data yang dihimpun dari world data per 9 Desember 21, total kasus Covid19 di Indonesia mencapai 4,26 juta dengan jumlah pasien meninggal mencapai 144.000 jiwa. Sementara kasus di dunia mencapai 267 juta kasus dengan pasien meninggal mencapai 5,27 juta jiwa. 
Jumlah kasus Covid19 setiap harinya terus meningkat bahkan virusnya sendiri sudah bermutasi menjadi beberapa bentuk. Dari sekian banyak mutasi yang dilakukan oleh virus Covid, varian Delta menjadi varian yang mengkhawatirkan karena penyebarannya yang lebih cepat dibandingkan varian Covid sebelumnya. 
Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19, badan kesehatan dunia (WHO) bekerjasama dengan seluruh stakeholder di berbagai negara termasuk pemerintah Indonesa untuk bersama memproduksi vaksin. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penciptaan vaksin ini adalah agar terbentuknya herd immunity di masyarakat yang lebih cepat. Pada dasarnya herd immunity dapat tercipta ketika semua masyarakat yang terpapar Covid19 dapat bertahan. Namun hal tersebut justru akan meningkatkan kematian yang tinggi ketika ternyata masyarakat yang terpapar Covid lebih banyak yang tidak mampu bertahan. 

Teknologi Vaksin 

Vaksin yang dikembangkan oleh tim riset dunia sudah dimulai semenjak Covid19 mulai merebak dan baru mulai dirilis pada 2020. Tahun pembuatan vaksin Covid19 ini dinilai sangat cepat karena normalnya vaksin yang bisa dibuat setidaknya minimal 10 tahun menjalani riset baru bisa dikatakan aman diberikan kepada masyarakat. Namun karena kondisi yang memaksa maka dana untuk pengembangan vaksin Covid dikeluarkan secara besar-besaran hingga tercipta beberapa jenis vaksin yang sudah diberikan ke masyarakat antara lain sebagai berikut : 

Pfizer 

Vaksin Pfizer mulai dirilis pada 31 Desember 2020. Vaksin ini dikembangkan oleh negara Jerman. Kandungan yang terdapat dalam vaksin Pfizer adalah Messenger Ribonucleotic Acid (mRNA) yang mengkoding protein penyusun glikoprotein spike SARS-CoV-2. Selin itu, teradpat lipid, garam dan gula. Kemananan penggunaan vaksin dilaporan dalam situs cdc dengan rincian antara lain : terkait efek samping, vaksin yang disuntikan oleh pengguna menunjukan gejalanya dalam waktu 7 hari. Adapun efek samping yang muncul : demam, menggigil, kelemahan dan sakit kepala. 

Referensi 
  • Our World Data. 2021. Link : https://ourworldindata.org/coronavirus-data
  • WHO. 2020. What's Herd Immunity ?. Link : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/herd-immunity-lockdowns-and-covid-19?gclid=CjwKCAiAksyNBhAPEiwAlDBeLFtZSb0aja2INT7BRDvZuDgWdPmmX9DYZjJdQl_1SIUGdKzYTQC65BoC1uoQAvD_BwE
  • WHO. 2020. Coronavirus disease (COVID-19): Vaccines. Link : https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines?adgroupsurvey={adgroupsurvey}&gclid=CjwKCAiAksyNBhAPEiwAlDBeLLu7GUeq4hn0fZeA1vdGVnYxip6HbNlzsmyev3M2n9Z-lVnaZGClEhoCS6kQAvD_BwE



Posting Komentar

0 Komentar