Pemahaman tentang Konsep Pencucian (irigasi) Luka

Pencucian Luka | Sumber :  Medical Dictionary

Definisi Luka 

Sebelum masuk ke tahapan bagaimana konsep irigasi luka, kita harus memahami definisi dari luka yaitu adanya kerusakan kontinuitas jaringan pada lapisan dermis. Luka pada umumnya akan menghasilkan cairan yang berpotensi menjadi tempat perkembiakan patogen seperti bakteri. Maka dari itu irigasi luka  perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi. 

Perbedaan Luka Akut dan Kronis 

Berdasarkan waktunya, tipe luka dibagi menjadi luka akut dan kronis. Normalnya penyembuhan luka itu dibagi menjadi beberapa fase antara lain : fase peradangan (2-5 hari), proliferasi (2 hari - 3 minggu) dan remodelling (3 minggu). Khusus pada luka kronis jika tahap peradangan melebihi dari 5 hari atau hingga mencapai 6 minggu luka tidak kunjung memasuki fase remodeling, maka luka tersebut dikategorikan menjadi luka kronis. Terdapat perbedaan teknik irigasi luka untuk jenis akut dan kronis. Namun untuk jenis cairan pembersih luka antara luka akut dan kronis sama-sama menggunakan air yang tidak terkontaminasi.

Cairan Pembersih Luka

Prinsip pemilihan cairan untuk irigasi luka adalah menggunakan air yang tidak terkontaminasi dengan lingkungan luar atau dalam artian menggunakan air steril atau minimal air sudah direbus hingga mendidih. Tidak dibenarkan jika menggunakan air dari penampungan bak mandi, air genangan atau yang lebih parah menggunakan air selokan. Saat ini perusahaan farmasi sudah mengembangkan air steril dalam bentuk kemasan untuk mencuci luka seperti yang terlihat pada gambar di bawah : 

Air Steril | Sumber : legencyremedies.com

Selain menggunakan air steril kemasan, luka juga dapat diirigasi menggunakan cairan infus Natrium Klorida (NaCl 0,9%). Berdasarkan hasil penelitan irigasi menggunakan lauran Nacl 0,9% sama efektifnya mengurangi bakteri hemolisis, bakteri gram negatif dan jamur. 

NaCl 0,9 % | Sumber : Biggo

Jenis larutan irigasi luka lainnya yaitu povidone-iodine. Larutan jenis ini yang biasa kita kenal dengan merek dagang Bethadine. Povidone-iodine memiliki potensi untuk menghambat efek toksik yang dihasilkan bakteri. Selain itu, larutan tersebut juga berfungsi menhgambat aktivitas bakteri gram positif, negatif, bakteri dan jamur.  Povidone-iodine yang aman digunakan untuk irigasi luka yaitu jika dilaurkan dalam cairan air steril atau NaCl dengan konsentrasi 1% atau di bawahnya. Penggunaan di atas itu atau jika lebih dari 10% berisiko menimbulkan alergi pada kulit dan tidak bagus untuk perbaikan jaringan pada luka. 

Standar Pelaksanaan Irigasi Luka

Alat dan Bahan

  1. Persiapan Alat Proteksi Diri (APD) seperti : handscun bersih, handscun steril, masker, kaca mata google jika diperlukan, apron. 
  2. Siapkan cairan irigasi luka minimal 100 ml, pilihan cairan dapat berupa air steril, NaCl 0,9% atau povidone-iodine. Jika luka memiliki pus atau nanah yang cukup banyak diperlukan kombinasi cairan irigasi NaCl 0,9% dan povidone-iodine untuk membantu mengurangi beban bakteri. 
  3. Siapkan alas 
  4. Siapkan baskom atau nearbeaken 

Proses Irigasi

  1. Gunakan APD terlebih dahulu 
  2. Letakkan alas dan baskom atau nearbeaken di bagian bawah tubuh yang terluka atau liat pada contoh di bawah. 
  3. Cara meletakkan Nearbeaken (warna biru muda) pada luka dekubitus | Sumber : https://wtcs.pressbooks.pub/ 

  4. Jika menggunakan botol infus, Anda perlu mempersiapkan selang infus bekas yang digunting dan sudah disterilkan untuk ditusukkan pada bagian karet infus. Hindari menusukkan jarum pada bagian plastik botol infus untuk menghindari kontaminasi bakteri dari lingkungan luar. 
    Cara Menggunakan Selang Infus yang dihubungkan dengan botol infus untuk irigasi luka | Sumber foto : depositphoto

    Penusukan Jarum di Bagian Botol Infus untuk Mencuci Luka Tidak dibenarkan | Sumber foto : dreamstime. 

  5. Pastikan jarak antara selang irigasi dan permukaan luka tidak terlalu dekat atau buat jarak sekitar 2 - 5 cm. 
  6. Berikan sedikit tekanan saat melakukan irigasi luka. Air yang bertekanan diharapkan efektif untuk membuang beban bakteri. 
  7. Jika terdapat tunnel atau celah yang sempit, Anda dapat menggunakan syringe atau spuit 5 cc. Sedot cairan dari botol ingus kemudian semprotkan pada bagian tunnel menggunakan ujung needle. 

Demikian informasi tentang konsep irigasi pada luka. Terkait teknik perawatan luka secara lengkap,Anda dapat membaca informasinya melalui link berikut klik di sini. Terkait pertanyaan, dapat mengirimkan komentar menggunakan kolom di bawah. 


Daftar Pustaka 
  1. Daley, B.J., 2020. Wound Care. Diakses dari : https://emedicine.medscape.com/article/194018-overview pada 14 Maret 2022
  2. Gabriel, A., 2021. Wound Irrigation. Diakses dari : medscape.org pada 13 Maret 2022 
  3. Resende, M.M., Rocha, C.A., CorrĂȘa, N.F., Veiga, R.R., Passos, S.J., Novo, N.F., Juliano, Y. and Damasceno, C.A. (2016), Tap water versus sterile saline solution in the colonisation of skin wounds. Int Wound J, 13: 526-530. https://doi.org/10.1111/iwj.12470
  4. Trot, A.T., 2012. Povidone-Iodine. Journal of Wound and Lacerations. Diakses dari : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780323074186000071 pada 14 Maret 2022



Posting Komentar

0 Komentar