Mengenal Alat Diagnostik untuk Mendukung Praktik Keperawatan dan Kebidanan

Ilustrasi : Sumber : Pixabay

Biotekners - Pemeriksaan diagnostik merupakan pemeriksaan yang dilakukan menggunakan alat dengan tujuan untuk membantu tenaga kesehatan mendiagnosa suatu penyakit. Melalui pemeriksaan diagnostik diharapkan informasi yang diperoleh oleh tenaga kesehatan bisa lebih akurat dan mempermudah dalam pemberian terapi yang presisi. Dengan demikian terapi yang dianggap tidak perlu bisa diminimalisir.  Hal ini kemudian akan berdampak kepada pasien berupa efisiensi biaya dan efektifitas perawatan. Selain itu, dengan adanya bantuan pemeriksaan diagnostik penyakit yang belum menunjukkan gejala mayor bisa dideteksi lebih dini sebelum memperparah kondisi pasien. 

Pemeriksaan diagnostik bisa berupa pemeriksaan mikroskopik (skala pengukuran kecil) atau makroskopik (skala pengukuran besar). Masing-masing tipe pemeriksaan memiliki tingkat akurasi yang berbeda-beda. Terdapat faktor yang mempengaruhi akurasi dalam pemeriksaan diagnostik antara lain : 

  1. Sampling bias atau faktor-faktor pengganggu dalam pengambilan sampel 
  2. gold standar pemeriksaan yang tidak sempurna
  3. Variabilitas klinis atau spektrum pemeriksaan pada pasien dan kesalahan penentuan ambang batas gold standar 
  4. Ekspektasi pembaca hasil pemeriksaan 

Gold standar atau referensi pemeriksaan yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi mispersepsi dalam pemeriksaan diagnostik. Sehingga upaya pemeriksaan diagnostik bisa tercapai maksimal. 

Alat yang digunakan dalam pemeriksaan diagnostik umumnya dapat digunakan oleh petugas kesehatan terlatih dan tersertifikasi. Adapun alat diagnostik yang sering digunakan, terutama dalam menunjang pemeriksaan kesehatan di bidang keperawatan dan kebidanan : 

Ultrasonography (USG)

USG | Pixabay

USG merupakan alat diagnostik yang menggunakan gelombang frekuensi suara tinggi untuk memproduksi gambaran organ dan jaringan dalam tubuh. USG memiliki alat disebut dengan transducer yang mengubah energi listrik menjadi gelombang suara. Gelombang tersebut dikirimkan ke tubuh dan dipantulkan kembali ke transducer sehingga terbentuk gambaran objek. Dengan bantuan monitor, hasil pantulan gambar dapat ditampilkan sehingga pemeriksa dapat melihat dengan mudah. Selama beroperasi, USG tidak memancarkan sinar X-rays sehingga aman digunakan tanpa perlu ada rasa khawatir terhadap efek radiasi. 
Dalam praktik kebidanan, USG digunakan untuk melihat kondisi janin pada bagian abdomen ibu hamil. Sementara dalam praktik keperawatan, USG kini dapat digunakan untuk mengidentifikasi masalah mikro vaskuler yang biasa menyebabkan jaringan nekrosis pada kasus diabetes. 

Variasi USG

USG memiliki beberapa bentuk antara lain sebagai berikut : 
  1. Mode A : tampilan gambar seperti paku-paku (digunakan untuk memindai mata) 
  2. Mode B : tampilan gambar anatomi berbentuk 2 dimensi (digunakan untuk mengevaluasi perkembangan janin atau organ lain bagian dalam)
  3. Mode M : tampilan berupa gelombang suara (digunakan untuk mengidentifikasi denyut jantung janin atau mengevaluasi masalah katup jantung) 

Elektrokardiografi (EKG) 

EKG | Medicinenet
EKG merupakan alat yang digunakan untuk mengkaji fungsi kerja jantung melalui pengukuran aktivitas elektrik jantung. Seperti yang kita ketahui bahwa jantung memiliki impuls listrik yang menggerakan otot jantung sehingga dapat berdenyut. EKG yang dipasangkan kepada pasien akan merekam aktivitas impuls listrik yang merambat menggerakan otot jantung. Petugas kesehatan seperti dokter atau perawat dapat melihat hasil rekaman EKG pada kertas yang dicetak kemudian hasil tersebut dapat dianalisa. Dengan EKG, pemeriksaan diagnostik yang dapat dilakukan antara lain : 
  1. Mendeteksi irama abronmal pada jantung 
  2. Mendeteksi masalah pada jantung seperti risiko heart attack
  3. penyumbatan arteri koronaria 
  4. area kerusakan jantung 
  5. pembengkakan jantung 
  6. peradangan pada selaput pembungkus jantung

Stetoskop 

Stetoskop | Pixabay

Stetoskop merupakan alat yang digunakan untuk mengkaji suara pada organ seperti paru, jantung, usus dan beberapa aliran darah seperti arteri atau vena. Stetoskop memiliki bagian yang terhubung dengan telinga, selang dan diafragma. Penggunaan stetoskop biasa bersamaan dengan spygnomanometer untuk menentukan tekanan darah. Selain itu stetoskop juga digunakan untuk mendeteksi risiko pneumonia, bronkitis, palpitasi denyut jantung, penyakit jantung dan aritmia. 

Spygnomanometer

Spgynomanometer | Dreamstime

Spygnomanometer merupakan alat yang digunakan untuk membantu diagnosa diabetes, tekanan darah tinggi atau rendah, beban arteri, penyumbatan arteri melalui pengukuran tekanan darah.  Masalah tekanan darah saling berhubungan dengan segala jenis penyakit yang muncul. Spgynomanometer saat ini memiliki 2 type yaitu manual dan digital. Untuk jenis spygnomanometer saat ini dibagi 2 : manual dan digital. Spygnomanometer digital adalah jenis yang paling praktis digunakan karena pengguna hanya perlu menekan tombol start atau stop pada alat. Sementara pada manual pengguna perlu memompa sampai batas maksimal tekanan spygnomanometer kemudian baru muncul hasil pemeriksaan. Secara detil penggunaan spygnomanometer ini juga dapat dibaca melalui artikel berikut klik di sini

Termometer

Thermometer | Pixabay

Termometer merupakan alat diagnostik yang membantu dalam pengukuran suhu. Secara umum, termometer tidak hanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia namun juga bisa untuk mengukur suhu air, udara maupun benda mati lainnya. Skala pengukuran yang sering dipakai pada alat termometer adalah Celcius. Termometer tersedia dalam 2 jenis yaitu yang menggunakan air raksa dan digital. Thermometer digital termasuk jenis termometer yang saat ini lebih mudah digunakan. Hal tersebut karena thermometer digital dapat memberikan hasil yang lebih cepat. Untuk menetralkan ke angka 0, thermometer digital tidak perlu digoyangkan berkali-kali seperti pada termometer air raksa. Selain itu pada thermometer digital juga dilengkapi alarm ketika hasil sudah diperoleh. Untuk bisa mengetahui apakah suhu tubuh seseorang berada dalam range normal, pemeriksa harus mengetahui rentang normal suhu tubuh manusia yaitu 36 - 37,5 derajat celcius. 

Optalmoskop 

Opthalmoskop | Sumber : MedlinePlus

Optalmoskop merupakan alat diagnostik yang digunakan untuk mengkaji bagian belakang fundus mata seperti retina, selaput koroid dan pembuluh darah. Alat ini tersedia dalam dua jenis, oftalmoskop direct adalah perangkat kecil yang terdiri dari beberapa lensa dan sebagian besar digunakan untuk pemeriksaan rutin, sedangkan untuk jenis indirect terdiri dari lampu yang dipasang pada ikat kepala dan digunakan bersama dengan lensa genggam berukuran kecil.

Otoskop

Otoskop | Sumber : Jedmed

Otoskop merupakan alat diagnostik yang digunakan untuk keperluan pemeriksaan bagian dalam telinga. Segala jenis penyakit dan benda asing yang mungkin masuk ke dalam telinga dapat dikaji menggunakan alat ini. Otoskop modern umumnya sudah dilengkapi dengan pencahayaan dan dapat terhubung dengan perangkat smartphone sehingga bisa lebih mempercepat pengambilan gambar bagian dalam telinga. Otoskop memiliki lensa dengan perbesaran 8 diopter atau sekitar 3 kali perbesaran. Bagian ujung distal (depan) otoskop memiliki penampang sekali pakai yang mengikuti  untuk spekula telinga plastik sekali pakai.

Demikian informasi ini disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. Silahkan kirimkan komentar terkait rekomendasi alat diagnostik terbaru yang mungkin belum dibahas dalam artikel ini. Terima kasih. 


Sumber : 

  1. Bolboac─â. 2019. Medical Diagnostic Tests: A Review of Test Anatomy, Phases, and Statistical Treatment of Data. Journal of Hindawi. DOI : https://doi.org/10.1155/2019/1891569
  2. Ignatavicius, Donna D.; Workman, M. Linda (2013). Medical-Surgical Nursing - E-Book: Patient-Centered Collaborative Care, Single Volume. Elsevier Health Sciences. p. 1083. ISBN 9780323293440. Retrieved 1 June 2019
  3. Kocak, M., 2021. Ultrasonography. Diakses dari : https://www.msdmanuals.com/home/special-subjects/common-imaging-tests/ultrasonography pada 12 Maret 2022
  4. Kumar, K., 2020. What Is the Difference Between Electrocardiogram and Electrocardiograph ?. Diakses dari : https://www.medicinenet.com/difference_between_electrocardiogram_and_electroca/article.htm pada 12 Maret 2022
  5. National Geographyc. 2022. Thermometer. Diakses dari : https://www.nationalgeographic.org/encyclopedia/thermometer/ pada 12 Maret 2022
  6. Spokes D. How to use an ophthalmoscope BMJ 2004; 329 :s56 doi:10.1136/bmj.329.7461.s56

Posting Komentar

0 Komentar