Uji Hipotesis Analisis Bivariat dalam Olah Data Statistik Kesehatan (Part 2) - Biotekners

Senin, 27 Juli 2020

Uji Hipotesis Analisis Bivariat dalam Olah Data Statistik Kesehatan (Part 2)


Uji hipotesis merupakan langkah untuk menganalisa apakah diantara variabel memiliki hubungan atau tidak dengan cara membandingkan (comparation) dan menghubungkan (correlation). Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan antara kedua variabel (1 variabel dependen dan 1 variabel independen). 
Contoh riset kesehatan yang bersifat membandingkan : 
  1. Efektifitas Daun Kratom dibandingkan Terapi Glibenclamide terhadap Produksi Insulin pada Kelenjar Pankreas Tikus yang diinduksi Streptozotocin. Pada studi ini akan membandingkan kelompok tikus yang mendapatkan suplementasi daun kratom dibandingkan dengan tikus yang diterapi dengan Glibenclamide atau tikus normal tanpa injeksi dan terapi. 
  2. Analisis Perbandingan Uji Spasial Memori Pada Tikus yang diberikan Diet Tinggi Lemak. Pada studi ini akan membandingkan hasil uji spasial memori pada tikus yang memperoleh diet tinggi lemak dibandingkan tikus tanpa diet tinggi lemak atau tikus normal
Contoh riset kesehatan yang bersifat menghubungkan : 
  1. Analisis Faktor Penyebab Kejadian Hipertensi di Desa Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Studi ini menganalisis hubungan antara faktor independen yang ditemukan terhadap kejadian hipertensi pada Desa Sui Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 
  2. Faktor Penghambat Proliferasi Luka Diabetic Foot Ulcer. Studi ini menganalisis hubungan faktor penghambat terhadap proses proliferasi atau penyembuhan pada pasien diabetes dengan Luka Diabetic Foot Ulcer 
Di bawah ini merupakan jenis hipotesis dan penamaannya 
Selain mengenal uji hipotesis, peneliti juga harus memahami tentang dua kelompok penelitian berpasangan dan tidak berpasangan. 
  1. Dua Kelompok Berpasangan
    Dua kelompok yang dimaksud ini adalah masing-masing kelompok yang diberikan perlakuan akan diamati parameter sebelum dan sesudah perlakuan. Contohnya kelompok tikus model diabetes diberikan suplementasi ekstrak daun insulin pada kelompok A, tikus model diabetes pada kelompok B diberikan suplementasi glibenclamide. Masing-masing kelompok kemudian dianalisis perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah pemberian suplementasi. 
  2. Dua Kelompok tidak Berpasangan 
    Dua kelompok ini adalah masing-masing kelompok yang diberikan perlakuan sama namun pengamatan hasil juga diambil dari tiap kelompok. Contoh kelompok tikus A model diabetes diberikan suplementasi ekstrak daun insulin sedangkan pada kelompok tikus B diberikan terapi glibenclamide. Kadar glukosa darah kemudian diukur pada tiap kelompok dan dianalisis perbedaannya. 
  3. Kelompok Berpasangan Cross Over  
    Pada metode ini, sampel yang menerima terapi tertentu kemudian mendapatkan terapi lanjutan , dan pada akhir penelitian parameter yang sama diukur. Contoh : penelitian uji efektifitas suplementasi ekstrak daun insulin diberikan selama 2 minggu pada kelompok tikus diabetes, 2 minggu berikutnya diberikan terapi glibenclamide. Pada akhir penelitian, kadar glukosa darah kelompok tikus ini diamati dan dianalisis. 
Demikian pembahasan untuk uji hipotesis analisis bivariat dalam olah data statistik kesehatan. Bersambung 


Referensi 
  1. Dahlan, S., 2009. Statistik Kedokteran dan Kesehatan. 3 Ed. Jakarta : Salemba Medika 
  2. Stephanie, 2016. Matched Samples: Definition, Examples. Retrieved : https://www.statisticshowto.com/matched-samples/, Accessed July 27, 2020

Share with your friends

Assalamualaikum. Ada pertanyaan ? Yuk diskusi di bawah